

Bungo, 16 September 2025 Suasana di halaman MTsN 2 Bungo berubah menjadi penuh antusiasme ketika sejumlah anggota Palang Merah Remaja (PMR) madrasah tersebut menggelar simulasi penyelamatan korban kecelakaan. Kegiatan ini berlangsung dramatis dan berhasil menarik perhatian para guru, siswa, serta staf madrasah yang hadir di lokasi.
Simulasi ini merupakan bagian dari acara Latihan Gabungan PMR yang rutin diadakan untuk meningkatkan keterampilan para anggota. Pada awalnya, kegiatan berjalan seperti biasa. Namun, suasana mendadak berubah ketika terdengar teriakan minta tolong yang diikuti dengan adegan seorang siswa berpura-pura jatuh pingsan akibat kecelakaan. Tim PMR segera menunjukkan respons cepat dengan melakukan pemeriksaan awal, penanganan luka, hingga proses evakuasi menggunakan tandu darurat.

Aksi para anggota PMR ini tampak begitu nyata sehingga membuat banyak penonton, termasuk guru dan siswa, sempat mengira kejadian tersebut benar-benar terjadi. Beberapa guru bahkan terlihat panik sebelum akhirnya menyadari bahwa itu adalah bagian dari simulasi. Setelah aksi selesai, penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas penampilan tim PMR.
"Awalnya kami semua mengira itu kejadian sungguhan. Ternyata bagian dari simulasi! Hebat sekali kemampuan mereka," ujar Bu ismareni, salah satu guru yang menyaksikan langsung aksi tersebut. Ia mengaku sangat terkesan dengan keterampilan yang ditunjukkan oleh para siswa anggota PMR.
Ketua PMR MTsN 2 Bungo, menjelaskan bahwa simulasi ini memang dirancang sedemikian rupa agar terlihat dramatis dan mampu memberikan edukasi nyata kepada seluruh warga madrasah. "Kami ingin warga madrasah tahu, bahwa PMR bukan hanya organisasi, tapi juga tempat kami belajar keterampilan yang bisa berguna di kehidupan nyata.

Kepala MTsN 2 Bungo, Drs. H. Zaharudin turut memberikan apresiasi atas kreativitas dan kesiapan para anggota PMR. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa siswa MTsN 2 Bungo tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang penting. "Ini adalah bukti bahwa siswa kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang sangat dibutuhkan. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi organisasi lain di madrasah," ujarnya.
Aksi simulasi penyelamatan ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan siswa hingga akhir kegiatan madrasah. Banyak siswa yang mengaku semakin tertarik untuk bergabung dengan PMR setelah melihat secara langsung keseruan dan manfaat dari pelatihan serta simulasi yang dilakukan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus memotivasi siswa untuk aktif dalam organisasi dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
|
126x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...