
BUNGO – Ketelitian dalam pengelolaan data pendidikan menjadi kunci utama dalam menjamin hak-hak administrasi siswa. Hal inilah yang dibuktikan oleh Yeni Mulyati, S.Ab., selaku Operator EMIS di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bungo. Ia berhasil menyelesaikan proses sinkronisasi data siswa yang sebelumnya mengalami ketidaksesuaian antara dokumen Ijazah dan Kartu Keluarga (KK).
Persoalan perbedaan data—seperti kesalahan penulisan nama, tempat tanggal lahir, hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK)—seringkali menjadi kendala krusial bagi siswa, terutama saat akan melanjutkan jenjang pendidikan atau mengikuti ujian nasional.
Langkah Sigap Perbaikan Data
Menanggapi adanya laporan data yang tidak sinkron, Ibu Yeni Mulyati melakukan langkah-langkah verifikasi faktual. Proses ini melibatkan:
Pengecekan Dokumen Primer: Membandingkan fisik ijazah asli dengan data di Kartu Keluarga terbaru.
Validasi NIK: Memastikan data kependudukan telah teraktivasi di Dukcapil agar terbaca oleh sistem pusat.
Update Aplikasi EMIS: Melakukan perbaikan pada aplikasi Education Management Information System (EMIS) guna memastikan data di tingkat madrasah selaras dengan data nasional.
"Data yang akurat adalah hak setiap siswa. Jika ada perbedaan satu huruf saja antara ijazah dan KK, itu bisa menyulitkan mereka di masa depan. Oleh karena itu, perbaikan ini harus segera dituntaskan," ujar Yeni Mulyati di ruang kerjanya.
Apresiasi dari Pihak Madrasah
Keberhasilan penuntasan data ini mendapat respon positif dari lingkungan madrasah. Akurasi data EMIS sangat berpengaruh pada penyaluran bantuan pendidikan, bantuan operasional, hingga validasi ijazah lulusan.
Dengan selesainya sinkronisasi ini, MTsN 2 Bungo memastikan bahwa seluruh siswanya kini memiliki data yang valid dan tunggal, sehingga meminimalisir kendala administrasi di kemudian hari
|
23x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...