
BUNGO – Suasana ruang kelas IX F MTsN 2 Bungo tampak berbeda pada Rabu (11/02). Tidak hanya dipenuhi buku pelajaran, meja-meja siswa kini diwarnai dengan berbagai bahan anyaman. Di bawah bimbingan guru Seni Budaya, Ibu Satri, S.Pd., para siswa tengah asyik mempraktikkan keterampilan tangan membuat anyaman tempat telur untuk acara Marhaban.
Belajar Seni Melalui Kearifan Lokal
Kegiatan ini bukan sekadar tugas praktik biasa. Ibu Satri menjelaskan bahwa pemilihan karya anyaman tempat telur Marhaban bertujuan untuk mendekatkan siswa dengan kearifan lokal Jambi.
Seni budaya tidak hanya soal teori di atas kertas. Hari ini, anak-anak belajar ketelatenan dan kesabaran melalui anyaman. Tempat telur Marhaban memiliki nilai filosofis dan sosial yang kuat dalam masyarakat kita," ujar Ibu Satri di sela-sela membimbing siswa.
Antusiasme Siswa Kelas IX F
Para siswa kelas IX F terlihat sangat antusias mengikuti instruksi demi instruksi. Mulai dari teknik dasar menyilang hingga membentuk pola yang kokoh dan estetik. Meski awalnya beberapa siswa merasa kesulitan, suasana kelas tetap ceria dengan semangat saling bantu antar teman.
Pengenalan Bahan: Memahami karakteristik bahan yang digunakan agar awet dan kuat.
Teknik Menganyam: Melatih motorik halus dan konsentrasi siswa dalam membentuk pola.
Sentuhan Estetika: Memberikan hiasan agar tempat telur tampil menarik saat digunakan dalam acara tradisi.
Pihak MTsN 2 Bungo terus mendukung kegiatan belajar mengajar yang inovatif seperti ini. Selain mengasah kreativitas, hasil karya ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya daerah yang harus terus dilestarikan di tengah gempuran zaman modern.
Dengan tuntasnya karya-karya indah dari kelas IX F hari ini, terbukti bahwa kreativitas siswa MTsN 2 Bungo terus berkembang di bawah arahan guru-guru yang berdedikasi.
|
19x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...