
JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI memberikan ucapan selamat merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Dalam pesannya, Menag mengusung tema besar "Satu Bumi, Satu Keluarga" sebagai refleksi pentingnya menjaga keharmonisan alam dan sesama manusia.
Menag menyampaikan bahwa Nyepi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum bagi umat Hindu untuk melakukan Catur Brata Penyepian—empat pantangan yang menuntun pada kesucian diri melalui keheningan.
"Nyepi adalah jeda bagi alam semesta untuk bernapas, sekaligus momen bagi kita untuk kembali ke jati diri," ujar Menag di Jakarta. Menurutnya, kesunyian dalam Nyepi memberikan ruang bagi manusia untuk menyadari keterhubungan mereka dengan Bumi.
Tema "Satu Bumi, Satu Keluarga" yang diangkat tahun ini memiliki makna mendalam mengenai persaudaraan universal (Vasudhaiva Kutumbakam). Menag menekankan beberapa poin penting:
Keberagaman sebagai Kekuatan: Mengingatkan bahwa di bawah naungan bumi yang satu, seluruh manusia adalah keluarga besar yang harus saling menjaga.
Kelestarian Alam: Nyepi memberikan teladan nyata tentang bagaimana manusia menghormati alam dengan berhenti sejenak dari aktivitas eksploitatif.
Moderasi Beragama: Menjadikan nilai-nilai Nyepi sebagai sarana memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia
|
15x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...