
BUNGO — Pekan kegembiraan dan kreativitas pasca-ujian yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bungo resmi dimulai hari ini, Selasa (9/6). Membuka rangkaian agenda Class Meeting, panitia pelaksana langsung menghentak lapangan madrasah dengan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) interaktif yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh tingkatan kelas.
Lomba yang mengadopsi sistem ala "Ranking 1" ini berhasil menyedot perhatian dan menciptakan atmosfer kompetisi yang sangat seru sekaligus menegangkan di bawah terik matahari pagi.
Aturan Ketat: Salah Jawaban Langsung Gugur
Untuk menjaga jalannya lomba tetap kompetitif dan menantang, panitia menerapkan aturan main yang sangat ketat. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan 5 orang siswa terbaiknya untuk duduk di area steril yang telah disiapkan di tengah lapangan madrasah.
Berbekal papan jalan dan alat tulis, para peserta harus menjawab pertanyaan pengetahuan umum, sains, keagamaan, hingga seputar madrasah dalam hitungan detik. Ketegangan memuncak karena panitia memberlakukan sistem gugur (eliminasi langsung):
Bagi peserta yang memberikan jawaban salah, mereka harus langsung angkat kaki meninggalkan area perlombaan dan dinyatakan kalah.
Strategi ini menuntut konsentrasi tingkat tinggi, kecepatan berpikir, serta mental yang kuat dari setiap utusan kelas. Satu demi satu peserta terpaksa gugur ke pinggir lapangan diiringi riuh sorakan lemas dari rekan sekelasnya yang menonton dari tepi lapangan.
Antusiasme Suporter Bakar Semangat Peserta
Meskipun sistem perlombaan terasa kejam bagi peserta yang gugur, hal inilah yang menjadi daya tarik utama. Lapangan madrasah dipadati oleh ratusan suporter dari masing-masing kelas yang tidak henti-hentinya memberikan yel-yel semangat dan tepuk tangan meriah untuk menguatkan mental rekan kelas mereka yang masih bertahan di arena.
Salah seorang panitia dari Pengurus OSIM menjelaskan bahwa pemilihan lomba LCC dengan sistem eliminasi ini sengaja diletakkan di hari pertama untuk memicu adrenalin positif siswa.
"Kami ingin memulai class meeting ini dengan sesuatu yang mengasah otak tapi dikemas dengan seru. Sistem langsung keluar jika salah jawaban ini terbukti sukses membuat suasana lapangan sangat hidup. Semua kelas berjuang mati-matian mempertahankan anggotanya agar bisa bertahan sampai pertanyaan terakhir," ujarnya di sela-sela perlombaan.
Melalui lomba LCC pembuka ini, MTsN 2 Bungo tidak hanya memberikan hiburan yang segar bagi para siswa setelah penat menghadapi ujian semester, tetapi juga tetap menyisipkan nilai-nilai edukasi, ketangkasan, dan sportivitas yang tinggi.
|
120x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...