
MANOKWARI – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi menutup rangkaian acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang diselenggarakan di Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (28/6/2026).
Dalam acara penutupan tersebut, Menag tampil mengenakan pakaian batik lengkap dengan mahkota adat khas Papua, menegaskan simbol penghormatan dan penyatuan budaya yang kuat selama pergelaran berlangsung.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa PESPARAWI tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang kompetisi paduan suara semata. Lebih dari itu, agenda nasional ini merupakan ruang perjumpaan besar yang berfungsi memperkuat tali persaudaraan antarumat, merawat kerukunan nasional, sekaligus mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
"Dalam beberapa hari terakhir, mata dan hati bangsa Indonesia tertuju ke Papua Barat. Kita menyaksikan kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu bingkai persaudaraan sejati," ujar Menag Nasaruddin Umar hangat.
Harmoni Vokal dan Fondasi NKRI
Menag juga menambahkan bahwa keindahan yang lahir dari PESPARAWI bukan sekadar urusan estetika musik atau kekuatan vokal para peserta. Keharmonisan yang tercipta di panggung adalah cerminan dari indahnya kehidupan yang rukun dalam keberagaman Indonesia.
|
4x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...