
JAKARTA (BMBPSDM) — Perayaan kemerdekaan Republik Indonesia tidak sekadar menjadi momen seremoni tahunan, melainkan sebuah pijakan spiritual dan kebangsaan untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa syukur, serta memanjatkan doa demi masa depan bangsa.
Semangat tersebut terpancar jelas dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini menjadi pembuka resmi dari seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga dimaknai sebagai momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa syukur, dan memanjatkan doa bagi masa depan bangsa."
Dihadiri Lebih dari 100 Ribu Jemaah
Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti ikonis kota Jakarta tersebut ketika lebih dari 100.000 jemaah dari berbagai penjuru berkumpul memenuhi area Monas. Lautan masyarakat yang hadir bersama-sama memanjatkan zikir dan doa keselamatan bagi Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama (Menag) menegaskan bahwa gabungan antara nilai-nilai spiritualitas dan aksi nyata adalah fondasi kokoh bagi kemajuan negeri.
Poin Utama Pesan Kebangsaan:
Zikir dan Doa sebagai Bentuk Syukur: Mengingat kembali perjuangan para pahlawan dan memohon perlindungan serta keberkahan Tuhan Yang Maha Esa untuk masa depan bangsa.
Pengabdian Nyata: Menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai dorongan moral untuk berkontribusi positif dalam pembangunan nasional.
Merawat Persatuan: Menjaga keharmonisan dan solidaritas antar-elemen masyarakat di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengawali bulan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan yang kuat serta optimisme dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berartabat.
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...